RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

[ad#adscamp]
Kali ini kita akan membahas masalah Rangkaian Logika Kombinasional;

– Suatu rangkaian diklasifikasikan   sebagai kombinasional jika memiliki   sifat yaitu keluarannya ditentukan   hanya oleh masukkan eksternal saja.

–  Suatu rangkaian diklasifikasikan   sequential jika ia memiliki sifat   keluarannya ditentukan oleh tidak   hanya masukkan eksternal tetapi juga   oleh kondisi sebelumnya.

diagram 1024x547 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

MODEL RANGKAIAN KOMBINASIONAL

model rangkaian kombinasional 300x101 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

Dengan :

F1 = F1 (I1, I2,…In ; t1 = F1 setelah     ?t1

F2 = F2 (I1, I2,…In ; t2 = F2 setelah    ?t2

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Fn = Fn (I1, I2,…In ; tn = Fn setelah    ?tn

F ( kapital )  = Sinyal steady state dengan      asumsi tidak ada delay.

t ( kecil )  = Sifat dinamis dari sinyal      yang dapat berubah selama      interval waktu   ?t.

PROSEDUR PERANCANGAN

a.  Pokok permasalahan sudah ditentukan yaitu jumlah input yang dibutuhkan serta jumlah output yang tertentu.

b.  Susun kedalam tabel kebenaran (Truth Table).

c.  Kondisi don’t care dapat diikut sertakan apabila tidak mempengaruhi output.

DECODER

Decoder adalah rangkaian kombinasi yang akan memilih salah satu keluaran sesuai dengan konfigurasi input. Decoder memiliki n input dan 2^n output.

blok diagram decoder 300x132 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

Blok Diagram Decoder.

decoder 2to4 300x148 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

decoder 2to4

Tabel Kebenaran

tabel kebenaran 300x166 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

RANGKAIAN LOGIKA

rangkaian logika 300x196 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

Untuk merancang rangkaian kombinasional dapat digunakan Decoder dan eksternal OR gate (rangkaian kombinasi n – input dan  m– output dapat diimplementasikan dengan n to 2^n line decoder dan m – OR gate).

Contoh.

Implementasikan suatu Full Adder dengan memakai Decoder dan 2 gerbang OR

Jawab :

Sum = A + B + Cin = ? 1,2,4,7

Carry out = (A + B)  Cin + AB = ? 3,5,6,7

Gambar Rangkaian Logika 3 t0 8

Gambar Rangkaian Logika 3to8 300x117 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

ENCODER

Encoder adalah rangkaian kombinasi yang merupakan kebalikan dari Decoder yaitu manghasilkan output kode biner yang berkorespondensi dengan nilai input. Encoder memiliki 2^n input dan n output.

Tabel kebenaran Encoder 4 to 2

Tabel kebenaran Encoder 4 to 2 300x112 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)x y RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

MULTIPLEXER ( MUX )

Blok Diagram Logika Mux

Blok Diagram Logika Mux 300x135 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

PROSEDUR PERANCANGAN RANGKAIAN KOMBINASIONAL DENGAN MUX

1.  Buat tabel kebenaran sesuai dengan kondisi input dan output serta nomor Mintermnya.

2.  Salah satu variabel input digunakan sebagai Data dan sisanya dari variabel input sebagai address/selector.

3.  Buat tabel Implementasi dan lingkari nomor Mintermnya yang sesuai dengan outputnya.

4.  Jika 2 Mintermnya dalam satu kolom dilingkari, maka input Mux adalah 1 dan sebaliknya input Mux adalah berlogika 0

5.  Jika nomor Mintermnya hanya dilingkari pada salah satu baris dalam kolom yang sama, maka input Mux akan berlogika sesuai dengan baris persamaan pada variabel yang diberikan.

Contoh !

Implementasikan F(ABC) = ?1,3,5,6 dengan Mux (4x 1).

Jawab:

Tabel Kebenaran

tabel kebenaran1 300x148 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

Catatan.

Input Variabel A diambil sebagai data sedangkan B dan C sebagai address.

Tabel Implementasi

tabel implementasi 300x100 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)
GAMBAR RANGKAIAN LOGIKA

gambar rangkaian logika mux 4x1 300x175 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

DEMULTIPLEXER (DEMUX)

Blok Diagram Logika DEMUX

Blok Diagram Logika DEMUX 300x162 RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1/2)

Hosting Gratis